Author Guidelines

Author Guidelines

ARembeN Jurnal Pengabdian Multidisiplin menerima artikel ilmiah yang berasal dari hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Penulis wajib memastikan bahwa naskah yang dikirimkan memenuhi ketentuan substansi, struktur, format, etika publikasi, dan tata cara penyajian sebagaimana ditetapkan oleh jurnal.

1. Ketentuan Umum

  1. Naskah yang dikirimkan ke ARembeN Jurnal Pengabdian Multidisiplin harus merupakan hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang memiliki kontribusi ilmiah dan manfaat nyata bagi mitra atau masyarakat.
  2. Naskah dapat ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris.
  3. ARembeN tidak menerima pengiriman naskah melalui email. Seluruh naskah wajib dikirimkan melalui sistem Open Journal Systems (OJS). Penulis wajib melakukan registrasi dan mengikuti seluruh tahapan pengajuan naskah melalui sistem OJS.
  4. File naskah harus dikirimkan dalam format Microsoft Word, yaitu .doc atau .docx.
  5. Naskah wajib menggunakan template resmi ARembeN. Penulis wajib mempertahankan format, struktur, dan tata letak sesuai template jurnal.
  6. Panjang naskah yang disarankan adalah 6–10 halaman, tidak termasuk lampiran apabila terdapat lampiran.
  7. Penulis bertanggung jawab memastikan bahwa naskah belum pernah diterbitkan dan tidak sedang dalam proses penilaian pada jurnal atau penerbit lain.
  8. Seluruh penulis yang tercantum dalam naskah harus memberikan persetujuan terhadap pengajuan artikel dan bertanggung jawab terhadap isi naskah.

2. Format Umum Naskah

  1. Naskah disusun menggunakan ukuran kertas A4.
  2. Format naskah menggunakan satu kolom.
  3. Margin halaman adalah 2 cm untuk sisi atas, bawah, kiri, dan kanan.
  4. Isi utama naskah menggunakan font Arial 11 pt dengan spasi tunggal (single spacing).
  5. Penulis wajib menggunakan format dan tata letak sebagaimana tercantum dalam template resmi jurnal.
  6. Judul artikel maksimal 16 kata, ditulis dengan font Arial 20 pt, bold, rata tengah (center), dengan huruf awal kata ditulis menggunakan kapitalisasi yang sesuai.
  7. Nama penulis ditulis menggunakan font Arial 10 pt, bold, sedangkan afiliasi ditulis menggunakan font Arial 9 pt.
  8. Email corresponding author wajib menggunakan email institusi dan dituliskan hanya untuk penulis yang bertindak sebagai corresponding author.

3. Abstrak dan Kata Kunci

  1. Abstrak ditulis secara jelas, ringkas, objektif, dan informatif dalam satu paragraf dengan panjang 150–250 kata.
  2. Abstrak sekurang-kurangnya memuat: (1) latar belakang atau urgensi kegiatan, (2) permasalahan utama mitra, (3) tujuan kegiatan, (4) metode atau pendekatan, (5) sasaran atau mitra, (6) hasil utama dan indikator keberhasilan atau luaran, (7) dampak kegiatan, dan (8) simpulan.
  3. Abstrak tidak diperkenankan memuat sitasi, tabel, gambar, rumus, maupun daftar pustaka.
  4. Untuk naskah berbahasa Indonesia, abstrak wajib disajikan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Untuk naskah berbahasa Inggris, abstrak cukup disajikan dalam Bahasa Inggris.
  5. Kata kunci terdiri atas 5–7 kata, ditulis secara alfabetis. Kata kunci harus spesifik dan relevan dengan substansi artikel serta menghindari kata yang terlalu umum, pengulangan kata yang terdapat pada judul, dan singkatan yang tidak lazim.

4. Struktur Naskah

Naskah wajib mengikuti struktur artikel yang ditetapkan dalam template ARembeN. Struktur utama artikel terdiri atas:

  1. I. PENDAHULUAN
  2. II. ANALISIS SITUASI DAN PERMASALAHAN MITRA
  3. III. METODE PELAKSANAAN
  4. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
  5. V. KESIMPULAN
  6. UCAPAN TERIMA KASIH (jika ada)
  7. PERNYATAAN PENGGUNAAN KECERDASAN BUATAN (ARTIFICIAL INTELLIGENCE)
  8. DAFTAR PUSTAKA

5. Pendahuluan

Bagian pendahuluan harus disusun secara sistematis dan logis serta menjelaskan urgensi kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pendahuluan sekurang-kurangnya memuat:

  • latar belakang berdasarkan fenomena, kondisi aktual, data, atau informasi yang relevan;
  • kajian literatur terdahulu atau state of the art;
  • research gap atau kesenjangan dengan kegiatan terdahulu;
  • novelty atau keunikan solusi, pendekatan, metode, teknologi, atau model yang ditawarkan;
  • permasalahan utama mitra;
  • tujuan dan kontribusi kegiatan.

Tidak diperkenankan membuat subbab khusus “Tinjauan Pustaka”. Kajian pustaka harus diintegrasikan secara kritis ke dalam pendahuluan untuk menunjukkan posisi artikel, urgensi kegiatan, dan kontribusi ilmiah.

6. Analisis Situasi dan Permasalahan Mitra

Bagian ini harus menjelaskan kondisi awal mitra secara komprehensif, meliputi profil mitra, kondisi eksisting, potensi yang dimiliki, serta permasalahan utama berdasarkan hasil observasi, wawancara, diskusi, survei, atau need assessment.

Penulis perlu menjelaskan akar penyebab permasalahan, dampak yang ditimbulkan, serta alasan penetapan permasalahan sebagai prioritas penyelesaian. Bagian ini wajib dilengkapi dengan foto lokasi kegiatan atau mitra yang menunjukkan kondisi nyata sebelum pelaksanaan program.

Peta lokasi, tabel, grafik, data pendukung, dan ilustrasi relevan dapat digunakan untuk memperkuat analisis situasi.

7. Metode Pelaksanaan

Metode harus dijelaskan secara sistematis dan cukup rinci agar kegiatan dapat dipahami serta direplikasi pada kondisi yang serupa. Metode sekurang-kurangnya memuat:

  1. Lokasi dan Waktu Pelaksanaan;
  2. Sasaran atau Mitra Pengabdian;
  3. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan;
  4. Materi, Media, dan Teknologi yang Digunakan;
  5. Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data;
  6. Indikator Keberhasilan;
  7. Teknik Analisis Data;
  8. Evaluasi dan Keberlanjutan Program.

Tahapan kegiatan sangat disarankan disajikan dalam bentuk diagram alir (flowchart). Teknik analisis dapat berupa analisis persentase, statistik deskriptif, Normalized Gain (N-Gain), paired t-test, uji Wilcoxon, atau metode lain yang relevan dengan karakteristik data.

8. Hasil dan Pembahasan

Hasil dan pembahasan harus menyajikan ketercapaian kegiatan berdasarkan data yang diperoleh serta menghubungkannya dengan tujuan program. Bagian ini sekurang-kurangnya mencakup:

  • Pelaksanaan Kegiatan;
  • Hasil Kegiatan;
  • Luaran Pengabdian;
  • Pembahasan;
  • Evaluasi Keberhasilan Program;
  • Faktor Pendukung dan Kendala;
  • Dampak Kegiatan;
  • Keberlanjutan Program.

Pembahasan harus bersifat kritis, bukan sekadar mendeskripsikan hasil. Penulis perlu menghubungkan temuan dengan teori, penelitian terdahulu, atau hasil kegiatan pengabdian yang relevan serta menjelaskan efektivitas metode, faktor keberhasilan, keterbatasan, dan kontribusi kegiatan terhadap penyelesaian masalah mitra.

9. Penyajian Gambar, Tabel, dan Grafik

Gambar harus memiliki resolusi yang baik, diberi nomor urut dan keterangan di bawah gambar. Setiap gambar wajib dirujuk dan dijelaskan dalam pembahasan. Dokumentasi yang menampilkan identitas peserta harus memperhatikan izin dan aspek privasi.

Tabel harus dibuat menggunakan fitur Table pada Microsoft Word dan tidak diperkenankan menggunakan screenshot dari aplikasi lain. Nomor dan judul tabel ditempatkan di atas tabel. Setiap tabel wajib dirujuk dan dijelaskan dalam naskah sekurang-kurangnya dalam satu paragraf. Jika tabel diadaptasi dari sumber lain, sumber wajib dicantumkan sesuai APA 7th Edition.

Grafik harus memiliki kualitas yang baik dan mudah dibaca. Sumbu, legenda, dan satuan harus ditampilkan secara jelas. Grafik wajib diberi nomor, judul, dan dirujuk dalam pembahasan.

10. Kesimpulan

Kesimpulan harus menjawab permasalahan mitra dan menunjukkan tingkat ketercapaian tujuan kegiatan berdasarkan hasil evaluasi. Kesimpulan harus menyajikan sintesis mengenai kontribusi kegiatan, dampak terhadap mitra, serta implikasi kegiatan.

Kesimpulan wajib ditulis dalam bentuk paragraf/alinea, bukan dalam bentuk poin atau penomoran. Rekomendasi atau rencana tindak lanjut dapat disampaikan apabila diperlukan untuk mendukung keberlanjutan program.

11. Ucapan Terima Kasih

Ucapan terima kasih dapat disampaikan kepada pihak yang memberikan dukungan pendanaan, mitra, institusi, maupun pihak lain yang berkontribusi terhadap pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat.

12. Pernyataan Penggunaan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)

Penulis wajib mengungkapkan secara transparan penggunaan kecerdasan buatan (AI), termasuk generative AI, AI-assisted writing, penerjemahan, penyuntingan bahasa, analisis data, pemrograman, visualisasi, atau fungsi lain yang digunakan dalam penyusunan naskah.

Pernyataan penggunaan AI ditempatkan sebelum Daftar Pustaka dan sekurang-kurangnya menjelaskan nama alat/aplikasi AI, versi jika tersedia, tujuan penggunaannya, bagian naskah yang dibantu, serta bahwa seluruh keluaran AI telah diperiksa, diverifikasi, diedit, dan menjadi tanggung jawab penulis.

AI tidak dapat dicantumkan sebagai penulis. Penggunaan AI tidak boleh menyebabkan fabrikasi data, falsifikasi, plagiarisme, pelanggaran hak cipta, atau penyajian referensi yang tidak dapat diverifikasi.

13. Sitasi dan Daftar Pustaka

  1. Sitasi dan daftar pustaka wajib menggunakan APA 7th Edition.
  2. Naskah wajib memiliki sekurang-kurangnya 20 referensi.
  3. Sekurang-kurangnya 80% referensi berasal dari publikasi dalam lima tahun terakhir.
  4. Minimal 70% referensi merupakan sumber primer, terutama artikel jurnal ilmiah.
  5. Penulis diutamakan menggunakan referensi yang memiliki DOI atau tautan permanen apabila tersedia.
  6. Daftar pustaka disusun berdasarkan urutan alfabetis nama belakang penulis pertama.
  7. Setiap referensi yang tercantum dalam daftar pustaka harus disitasi di dalam naskah, dan setiap sitasi dalam teks harus tercantum dalam daftar pustaka.
  8. Penulis disarankan menggunakan perangkat lunak manajemen referensi seperti Mendeley, Zotero, EndNote, atau aplikasi sejenis untuk menjaga konsistensi sitasi dan daftar pustaka.
  9. Referensi dapat berasal dari jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional bereputasi, buku ilmiah, standar nasional/internasional, serta dokumen resmi lembaga pemerintah atau organisasi internasional yang relevan.

14. Etika Publikasi

Penulis wajib memahami dan menyetujui ketentuan Etika Publikasi ARembeN sebelum mengirimkan naskah. Informasi lengkap mengenai etika publikasi dapat dibaca pada:

Halaman Etika Publikasi ARembeN

15. Proses Peer Review

  1. Setiap naskah akan melalui proses Double-Blind Peer Review.
  2. Identitas penulis dan reviewer diperlakukan secara rahasia selama proses review sesuai dengan mekanisme yang diterapkan jurnal.
  3. Seluruh proses pengajuan, review, revisi, dan komunikasi editorial dilakukan secara daring melalui sistem OJS.
  4. Lama proses review dan keputusan editorial dapat berbeda-beda bergantung pada kompleksitas naskah, kualitas naskah, kebutuhan revisi, dan ketersediaan reviewer.
  5. Redaksi tidak menjamin waktu penerbitan tertentu sejak naskah pertama kali diajukan.

16. Hak Kekayaan Intelektual dan Tanggung Jawab Penulis

Seluruh perizinan penggunaan gambar, tabel, instrumen, perangkat lunak, materi pihak ketiga, maupun bahan lain yang dilindungi hak cipta menjadi tanggung jawab penulis. Penulis juga bertanggung jawab atas aspek Hak Kekayaan Intelektual (HKI), keaslian data, keakuratan informasi, sitasi, referensi, dan seluruh isi naskah.

17. Template Naskah

Penulis wajib menggunakan template resmi ARembeN Jurnal Pengabdian Multidisiplin dalam menyiapkan naskah. Template mencakup ketentuan format judul, penulis, abstrak, kata kunci, struktur artikel, penyajian gambar dan tabel, kesimpulan, pernyataan penggunaan AI, serta daftar pustaka.

Unduh Template ARembe