Penggunaan AI
KEBIJAKAN PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI)
Jurnal Ilmu Pendidikan (JPIP)
e-ISSN: 2986-9854
Jurnal Ilmu Pendidikan (JPIP) mengakui bahwa teknologi Artificial Intelligence (AI), termasuk Large Language Models (LLMs), chatbot, AI-assisted writing tools, dan perangkat berbasis AI lainnya, dapat membantu penulis, editor, dan reviewer dalam proses penelitian dan publikasi ilmiah.
Namun, penggunaan AI dalam proses penelitian dan publikasi harus dilakukan secara bertanggung jawab, transparan, etis, dan dapat dipertanggungjawabkan oleh manusia. Kebijakan ini bertujuan menjaga integritas akademik, orisinalitas, akurasi, kerahasiaan, dan kredibilitas publikasi Jurnal Ilmu Pendidikan.
1. Prinsip Umum
Jurnal Ilmu Pendidikan (JPIP) memperbolehkan penggunaan teknologi AI sebagai alat bantu, tetapi AI tidak dapat menggantikan tanggung jawab intelektual dan akademik penulis, editor, maupun reviewer.
Setiap pengguna AI wajib memastikan bahwa:
- penggunaan AI tidak mengurangi orisinalitas karya;
- seluruh informasi yang dihasilkan atau dibantu AI telah diverifikasi;
- sumber ilmiah yang digunakan tetap ditelusuri dan disitasi dengan benar;
- tidak terdapat plagiarisme atau penggunaan materi berhak cipta tanpa izin;
- penggunaan AI dilakukan secara transparan; dan
- manusia tetap bertanggung jawab penuh terhadap keputusan dan hasil akhir.
2. Penggunaan AI oleh Penulis
Penulis dapat menggunakan AI untuk kegiatan yang bersifat pendukung, antara lain:
- pemeriksaan tata bahasa dan ejaan;
- penyuntingan bahasa dan perbaikan struktur kalimat;
- penerjemahan bahasa;
- membantu menemukan ide atau alternatif penyajian;
- membantu pembuatan kode program;
- membantu pengolahan atau eksplorasi data;
- membantu pembuatan ilustrasi atau visualisasi; dan
- membantu proses teknis lain yang tidak menggantikan kontribusi intelektual penulis.
3. Pengungkapan Penggunaan AI
Penulis yang menggunakan AI dalam penyusunan manuskrip wajib mengungkapkan penggunaannya kepada Jurnal Ilmu Pendidikan secara transparan.
Pengungkapan sekurang-kurangnya mencantumkan:
- nama atau jenis teknologi AI yang digunakan;
- tujuan penggunaan AI;
- bagian atau tahapan penelitian yang dibantu AI; dan
- sejauh mana AI digunakan dalam proses penelitian atau penulisan.
Contoh Pernyataan Penggunaan Artificial Intelligence:
"Dalam penyusunan manuskrip ini, penulis menggunakan [nama alat AI] untuk membantu pemeriksaan tata bahasa dan penyuntingan bahasa. Seluruh isi ilmiah, analisis, interpretasi, referensi, dan kesimpulan telah diperiksa dan menjadi tanggung jawab penuh penulis."
4. AI Tidak Dapat Menjadi Penulis
AI, chatbot, Large Language Model (LLM), atau perangkat lunak berbasis AI tidak dapat dicantumkan sebagai penulis, penulis bersama, maupun corresponding author.
Penulis artikel harus merupakan manusia yang dapat bertanggung jawab terhadap:
- isi artikel;
- keakuratan data;
- metodologi penelitian;
- orisinalitas karya;
- integritas penelitian; dan
- persetujuan terhadap versi akhir manuskrip.
5. AI dan Referensi Ilmiah
Penulis tidak diperbolehkan menggunakan keluaran AI sebagai pengganti sumber ilmiah asli.
Penulis wajib:
- membuka dan memeriksa sumber asli;
- memastikan artikel benar-benar tersedia;
- memastikan informasi bibliografi akurat;
- menggunakan sumber ilmiah yang kredibel; dan
- mencantumkan sitasi sesuai gaya IEEE yang ditetapkan Jurnal Ilmu Pendidikan.
6. AI dan Plagiarisme
Penggunaan AI tidak membebaskan penulis dari ketentuan plagiarisme dan integritas akademik.
Penulis bertanggung jawab memastikan bahwa:
- teks bukan merupakan salinan karya pihak lain;
- gambar digunakan secara sah dan diberikan atribusi yang sesuai;
- data penelitian tidak dibuat-buat;
- hasil penelitian tidak dimanipulasi; dan
- semua sumber diberikan atribusi secara tepat.
7. Penggunaan AI dalam Pembuatan Gambar dan Konten Visual
AI dapat digunakan untuk membuat atau membantu membuat gambar, ilustrasi, diagram, atau visualisasi apabila penggunaannya relevan dengan penelitian.
Penulis wajib:
- mengungkapkan penggunaan AI;
- memastikan gambar tidak menyesatkan;
- tidak memanipulasi data penelitian;
- tidak menggunakan gambar AI sebagai bukti empiris apabila gambar tersebut bukan hasil penelitian sebenarnya; dan
- memastikan penggunaan gambar tidak melanggar hak cipta atau hak pihak lain.
8. Penggunaan AI dalam Analisis Data
Penggunaan AI untuk analisis data diperbolehkan apabila metode penggunaannya dijelaskan dan dapat diverifikasi.
- Data diperoleh secara sah dan etis.
- Proses analisis dapat diverifikasi.
- Hasil analisis diperiksa oleh peneliti.
- Keterbatasan alat AI dipertimbangkan.
- Penulis bertanggung jawab terhadap interpretasi hasil.
Apabila AI digunakan sebagai bagian dari metode penelitian, informasi mengenai alat, model, versi, parameter, atau konfigurasi yang relevan harus dilaporkan secara memadai agar penelitian dapat dipahami dan direplikasi.
9. Penggunaan AI oleh Reviewer
Reviewer tidak diperbolehkan mengunggah manuskrip, data, tabel, gambar, atau dokumen yang sedang direview ke layanan AI publik atau sistem AI lain yang tidak menjamin kerahasiaan, kecuali telah mendapatkan izin dari Jurnal Ilmu Pendidikan dan kerahasiaan dapat dipastikan.
Reviewer tidak diperbolehkan menggunakan AI untuk menggantikan penilaian ilmiahnya. Penilaian peer review tetap menjadi tanggung jawab reviewer.
10. Penggunaan AI oleh Editor
Editor dapat menggunakan teknologi AI untuk fungsi administratif atau pendukung tertentu sepanjang tidak menggantikan pertimbangan editorial manusia.
Keputusan mengenai:
- penerimaan manuskrip;
- penolakan manuskrip;
- permintaan revisi;
- keputusan peer review;
- dugaan pelanggaran etika; dan
- koreksi atau penarikan artikel;
tidak boleh dibuat semata-mata berdasarkan keputusan AI. Keputusan editorial harus tetap berada di bawah tanggung jawab editor manusia.
11. Kerahasiaan dan Perlindungan Data
Penulis, reviewer, editor, dan staf editorial harus berhati-hati ketika memasukkan informasi ke dalam sistem AI.
Informasi berikut tidak boleh dimasukkan ke layanan AI publik apabila dapat menyebabkan pelanggaran kerahasiaan:
- manuskrip yang belum diterbitkan;
- data penelitian yang bersifat rahasia;
- data pribadi responden;
- informasi identitas reviewer;
- dokumen editorial;
- komentar reviewer; dan
- informasi lain yang bersifat rahasia.
12. Pelanggaran Kebijakan AI
Apabila Jurnal Ilmu Pendidikan menemukan penggunaan AI yang tidak diungkapkan, menghasilkan informasi palsu, menyebabkan plagiarisme, memalsukan data, melanggar kerahasiaan, atau melanggar prinsip integritas akademik, jurnal dapat melakukan tindakan sesuai tingkat pelanggaran.
Tindakan dapat berupa:
- meminta klarifikasi kepada penulis;
- meminta perbaikan manuskrip;
- meminta pengungkapan penggunaan AI;
- menolak manuskrip;
- melakukan koreksi terhadap artikel yang telah diterbitkan;
- menarik artikel apabila pelanggaran terbukti serius; atau
- mengambil tindakan etika lainnya sesuai kebijakan jurnal.
13. Tanggung Jawab Akhir
Penggunaan AI dalam proses penelitian dan publikasi tidak mengalihkan tanggung jawab ilmiah dari manusia kepada AI.
Penulis bertanggung jawab penuh atas:
- keakuratan isi;
- orisinalitas;
- data;
- analisis;
- interpretasi;
- referensi;
- kesimpulan;
- kepatuhan terhadap etika penelitian; dan
- seluruh materi yang disampaikan kepada Jurnal Ilmu Pendidikan.
14. Pernyataan Akhir
Jurnal Ilmu Pendidikan (JPIP) mendukung pemanfaatan teknologi AI yang bertanggung jawab, transparan, dan etis untuk mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan proses publikasi ilmiah.
Kebijakan ini dapat diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan teknologi AI, standar etika publikasi ilmiah, dan praktik terbaik dalam komunikasi ilmiah.
e-ISSN: 2986-9854

